Contoh Soal dari Buku Akuntansi Keuangan Menengah dan Akuntansi Keuangan Lanjutan Berbasis PSAK
DARI
BUKU AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH BERBASIS PSAK BAB 21 TENTANG KEBIJAKAN
AKUNTANSI, PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI, DAN KESALAHAN.
Berikut Ini Adalah Contoh Soal:
SOAL 21.1
Bapak
Davi adalah staf bagian akuntansi baru di PT Nuri. Perusahaan melakukan perencanaan
pajak sehingga pajak yang dibayarkan minimal. Berikut adalah beberapa informasi
terkait PT Nuri:
·
Selama ini, perusahaan menggunakan
metode pencatatan persediaan dengan metode average
cost method. Bapak Davi kemudian menghasilkan simulasi dengan menghitung
persediaan menggunakan metode FIFO. Data yang dihasilkan adalah sebagai
berikut:
|
|
2014
|
2015
|
|
Persediaan
akhir FIFO
|
Rp 365.000.000
|
Rp 375.000.000
|
|
Persediaan
akhir Average Cost
|
Rp 226.000.000
|
Rp 240.000.000
|
|
Laba sebelum
pajak (dihitung menggunakan metode average
cost)
|
Rp 700.000.000
|
Rp 850.000.000
|
Diminta:
1. Hitunglah
perubahan pada laba bersih apabila PT Nuri menggunakan pencatatan persediaan
menggunakan FIFO!
Jawab:
PERSEDIAAN PERBEDAAN
|
|
Average
|
Fifo
|
|
|
2014
|
Rp226.000.000
|
Rp365.000.000
|
Rp139.000.000
|
|
2015
|
Rp240.000.000
|
Rp375.000.000
|
Rp135.000.000
|
|
|
Laba
Kotor Average
|
Laba
Bersih 25%
|
|
2014
|
Rp700.000.000
|
Rp525.000.000
|
|
2015
|
Rp850.000.000
|
Rp673.500.000
|
Laba
bersih FIFO 2014 dan 2015:
2014: Perbedaan x 25%
Rp139.000.000 x 25% =
Rp34.750.000
Kenaikan laba FIFO =
Rp139.000.000-Rp34.750.000= Rp104.250.000
2015:
Perbedaan x 25%
Rp135.000.000 x 25% = Rp33.750.000
Kenaikan laba FIFO =
Rp135.000.000-Rp33.750.000= Rp101.250.000
Laba
bersih FIFO
2014: Rp525.000.000 +
Rp104.250.000 = Rp626.250.000
2015: Rp673.500.000 +
Rp101.250.000 = Rp738.750.000
2. Perhitungkan
dampak pajak dari perubahan metode tersebut, dengan asumsi pajak yang berlaku
25%!
Jawab:
Pajak 25%
(Average)
|
2014
|
Rp700.000.000
x 25% = Rp175.000.000
|
|
2015
|
Rp850.000.000
x 25% = Rp212.500.000
|
|
|
=
Rp387.500.000
|
Pajak 25%
(FIFO)
|
2014
|
Rp139.000.000
x 25% = Rp34.750.000 + Rp175.000.000 =Rp209.750.000
|
|
2015
|
Rp135.000.000
x 25% = Rp33.750.000 + Rp212.500.000 =Rp246.250.000
|
|
|
=Rp456.000.000
|
Dampak
dari perubahan metode tersebut adalah pajak yang dihasilkan metode FIFO lebih
besar.
3. Hitunglah
metode mana yang dapat memenuhi tujuan PT.Nuri untuk melakukan penghematan
pajak!
Jawab:
karena sudah dihitung, metode untuk melakukan penghematan pajak seharusnya
menggunakan metode average. Karena dengan metode average pajak yaang dihasiilkan
lebih kecil adalah Rp387.500.000. Sedangkan metode FIFO pajak yang dihasilkan
adalah Rp456.000.000.
SOAL
21.3
Pada
saat pemeriksaan laporan keuangan PT Rumah Kita tahun 2015, ditemukan beberapa
kesalahan sebagai berikut:
1. Utang
kepada toko peralatan kantor sebesar Rp50.000.000 yang berasal dari transaksi
pembelian tanggal 30 Desember 2014, baru dicatat pada saat barang diterima
yaitu 4 Januari 2015, karena menggunakan FOB Destination Point. Namun, akun perlengkapan per tanggal 31 Desember
2014 sudah memasukkan transaksi tersebut.
2. PT
Rumah Kita belum mencatat beban komisi penjualan kepada staf yang berhasil
melakukan penjualan unit runah kluster Rumah Kita di luar target sebesar Rp20.000.000
terutang pada 31 Desember 2015.
3. Nilai
persediaan akhir atas unit rumah PT Rumah Kita overstated sebesar Rp500.000.000 pada tahun 2015.
4. Pada
pertengahan tahun 2015, PT Rumah Kita membeli bangunan sebagai kantor pemasaran
baru senilai Rp420.000.000 yang memiliki masa manfaat 6 tahun dengan nilai sisa
Rp60.000.000. Bangunan tersebut didepresiasikan dengan metode garis lurus. Pada
saat pencatatan, nilai sisa belum dikurangkan saat perhitungan beban
depresiasi.
Diminta:
Buatlah
jurnal penyesuaian yang dibutuhkan oleh PT Rumah Kita pada tahun 2015 terkait
kesalahan di atas, dengan asumsi laporan keuangan PT Rumah Kita belum ditutup
buku!
Jawab:
Jurnal Koreksi
1. Hutang Rp 50.000.000
Perlengkapan Rp50.000.000
2. Beban
Komisi Rp20.000.000
Hutang Biaya Rp20.000.000
3. Harga
Pokok Perolehan Rp500.000.000
Persediaan Rp500.000.000
4. Beban
Depresiasi Rp30.000.000
Akumulasi Penyusutan Bangunan Rp30.000.000
SOAL
21.4
Pada
1 Januari 2013, PT Teguh membeli mesin seharga Rp200.000.000 dan
didepresiasikan selama 4 tahun menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa.
Pada 1 Januari 2015, PT Teguh mengubah estimasi masa manfaat mesin menjadi 5
tahun dari tanggal pembelian dan memiliki nilai sisa Rp10.000.000.
Diminta:
1. Hitunglah
saldo akumulasi depresiasi pada akhir tahun 2015!
Jawab:
Penyusutan: Rp200.000.000 =
Rp50.000.000
4
Perubahan
Estimasi Penyusutan =Rp200.000.000 – Rp10.000.000
5
=Rp38.000.000
Saldo akumulasi akhir tahun 2015
2013
Rp50.000.000
2014
Rp50.000.000
2015 Rp38.000.000
Rp138.000.000
2. Hitunglah
depresiasi mesin pada tahun 2015!
Jawab:
Depresiasi mesin pada tahun 2015 = Rp38.000.000
3. Buatlah
jurnal untuk mencatat hal-hal terkait mesin pada tahun 2015!
Jawab:
Beban Depresiasi Rp38.000.000
Akumulasi Depresiasi Rp38.000.000
4. Terkait
perubahan tersebut, bagaimana standar akuntansi mengharuskan cara pelaporan
yang benar?
Jawab:
Penyajian
Laporan Keuangan
|
|
2015
|
2014
|
2015
|
|
|
Estimasi Baru
|
|
Estimasi Lama
|
|
Peralatan
|
Rp200.000.000
|
Rp200.000.000
|
Rp200.000.000
|
|
Akumulasi
Depresiasi
|
Rp138.000.000
|
Rp100.000.000
|
Rp150.000.000
|
|
Peralatan-Net
|
Rp62.000.000
|
Rp100.000.000
|
Rp50.0000.000
|
|
|
|
|
|
|
Beban
Depresiasi
|
Rp38.000.000
|
Rp50.000.000
|
Rp50.000.000
|
DARI
BUKU AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN BERBASIS PSAK BAB 11 TENTANG AKUNTANSI
MULTINASIONAL TRANSAKSI MATA UANG ASING DAN INSTRUMEN KEUANGAN.
Berikut Ini Adalah Contoh Soal:
K11-4
Penelitian (Akuntansi Untuk Utang Usaha yang Didenominasi dalam Mata Uang Asing
Pertanyaan:
PT
Medan Jaya mengoperasikan kelompok toko khusus di seluruh Indonesia. Toko-toko
tersebut dari dulu menyimpan persediaan dan menjual produk perlengkapan dapur
dan kamar mandi yang diproduksi di Indonesia. Tahun ini, PT Medam Jaya
mengadakan hubungan bisnis dengan perusahaan manufaktur di Lucerne, Swiss untuk
membeli satu lini produk perlengkapan kamar mandi untuk dijual di tokonya.
Sebagai bagian dari perjanjian bisnis, pembayaran oleh PT Medan Jaya akan jatuh
tempo dalam 30 hari setelah barang diterima, di mana harga dinnyatakan dan
terutang dalam franc Swiss.
PT
Medan Jaya mencatat pembelian tersebut sebagai persediaan dan mencatat sebagai
liabilitas pada saat barang diterima dari perusahaan Swiss, menggunakan kurs
untuk franc Swiss pada tanggal pembelian persediaan dicatat. Pada saat
dilakukan pembayaran, PT Medan Jaya mendebit atau mengkredit persediaan setiap
perbedaan antara liabilitas yang semula dicatat dan jumlah rupiah yang
digunakan untuk melunasi liabilitas dalam franc Swiss. PT Medan Jaya menggunakan
sistem persediaan perpetual dan metode perhitungan persediaan FIFO dan dengan
mudah dapat menelusuri penyesuaian tersebut ke persediaan spesifik yang dibeli.
Diminta:
Cari
standar akuntansi terbaru untuk akuntansi transaksi mata uang asing! Anda dapat
memperoleh akses ke standar akuntansi melalui perpustakaan atau dari beberapa
sumber lain. Sebagai staf akuntan dari kantor akuntan publik yang mengaudit
laporan keuangan tahunan PT Medan Jaya, tulislah memo ke Mariam, manajer
yangbertanggung jawab untuk audit, membahas Akuntansi transaksi kliennya dengan
perusahaan Swiss! Dukung setiap rekomendasi Anda dengan kutipan dari standar
pelaporan keuangan yang berlaku.
Jawab:
Dalam PSAK 10 terdapat dari paragraf 21 adalah
pengakuan awalnya, valuta asing dicatat dalam mata uang fungsional. Untuk itu
jumlah valuta asing dihitung ke dalam mata uang fungsional dengan kurs spot
antara mata uang fungsional dan valuta asing terjadi pada tanggal transaksi.
Dalam
PSAK 10 terdapat paragraf 23 akhir setiap periode pelaporan adalah:
1. Kurs
penutup (Principle Based) digunakan untuk menjabarkan pos moneter valuta asing
2. Kurs
pada tanggal transaksi digunakan untuk menjabarkan pos nonmoneter yang diukur
dalam biaya historis dalam valuta asing
3. Kurs
pada tanggal ketika nilai wajar diukur digunakan untuk menjabarkan pos
nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing.
L11-7
Transaksi
Pembelian dari Perusahaan Asing
Pada
tanggal 1 Desember 20X1, PT RonImportir dan perusahaan Indonesia membeli jam
dari Selandia Baru seharga 15.000 dolar New Zealand (NZ$), yang akan dibayar
pada tanggal 15 Januari 20X2. Akhir tahun fiskal PT RonImportir adalah 31
Desember dan mata uang pelap orannya adalah rupiah. Kurs adalah sebagai
berikut:
|
1
Desember 20X1
|
1
dolar NZ = Rp7.000
|
|
31
Desember 20X1
|
1
dolar NZ = Rp6.600
|
|
15
Januari 20X2
|
1
dolar NZ = Rp6.800
|
Diminta:
a. Dalam
mata uang apa transaksi tersebut didenominasi?
Jawab: Dalam mata uang NZ
b. Buatlah
ayat jurnal yang digunakan PT RonImportir untuk mencatat pembelian, penyesuaian pada tanggal 31 Desember dan
penyelesaiannya!
Jawab:
|
2014
|
|
1 Des Rp105.000.000
(NZ$ 7.000 x Rp15.000
|
|
31 Des Rp( 6.000.000) (NS$ 7.000 x NS$ 6.600
|
|
31 Des Rp99.000.000 saldo (NS$ 7.000 x Rp6.600
|
|
2015
|
|
1 Jan Rp15.000 x
(NS$ 6.800 – NS$ 6.600) = Rp3.000.000
|
|
1 Jan Penyelesaian Rp
15.000 x NS$6.800
=Rp102.000.000
|
|
2 Jan =
------------------ saldo
|
- Jurnalnya:
1. Unit
mata uang asing Rp 102.000.000
Kas Rp102.000.000
(memperoleh mata uang asing)
2. Utang
usaha Rp99.000.000
Kerugian
transaksi mata uang asing Rp3.000.000
Unit mata uang asing Rp102.000.000
Untuk penyelesaiannya adalah
menyelesaikan utang dalam mata uang asing dan mengakui keuntungan dari
perolehan kurs sejak tanggal 31 Desember 2014.
Komentar
Posting Komentar